Ya Allah Izinkan Aku untuk beribadah di Tanah Suci... Aamiin

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh2 Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh2 Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Agustus 2012

Biografi Imam Syafi'i


Imam Syafi’i yang dikenal sebagai pendiri madzhab Syafi’i memiliki nama lengkap Muhammad bin Idris As Syafi’i Al Quraisy. Beliau dilahirkan di daerah Ghazzah, Palestina pada tahun 150 H di bulan Rajab.
 Nasab Imam Syafi’i 
     Beliau bernama Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Saib bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Abdullah bin Abdu Manaf. Kun-yah (panggilan kehormatan) beliau adalah Abu Abdullah (bapaknya Abdullah) dikarenakan salah seorang anak beliau yang bernama Abdullah. Nasab Imam Syafi’i bertemu dengan nasab Rasulullah Shalallahu alahi wa salam (SAW) pada Abdu Manaf. Sedangkan Hasyim kakek Imam Syafi’i bukanlah kakek dari Rasulullah SAW.
            Diriwayatkan bahwa ketika beberapa hari setelah ibunda Imam Syafi’i melahirkan terdengar kabar dari Baghdad tentang meninggalnya Imam Abu Hanifah. Tatkala diteliti dengan seksama ternyata hari meninggalnya Imam Abu Hanifah bertepatan dengan saat lahirnya Imam Syafi’i. Para ulama waktu itu mengisyaratkan bahwa Muhammad yang baru lahir kelak akan mengikuti derajat keilmuan Imam Abu Hanifah.
 Hadits Rasulullah SAW yang mengisyaratkan kedatangan Imam Syafi’i 
            Para ulama telah menelaah sejumlah hadits dari Rasulullah SAW berkenaan dengan kegembiraan Rasulullah SAW kepada Imam Syafi’i.
            Hadits dari Ibnu Mas’ud beliau berkata: “Rasulullah SAW telah bersabda: janganlah kamu mencaci-maki Quraisy karena orang alim Quraisy itu ilmunya akan memenuhi bumi. Ya Allah, Engkau telah memberi siksaan pada awal Quraisy, maka berilah anugerah pada akhir Quraisy.”
            Hadits dari Ali bin Abi Thalib beliau berkata: “Rasulullah SAW telah bersabda: jangan kamu mengimami orang Quraisy dan bermakmumlah kamu pada mereka. Jangan mendahului Quraisy akan tetapi dahulukanlah mereka. Jangan kamu mengajari Quraisy tetapi belajarlah dari mereka karena ilmu orang alim Quraisy akan menyebar ke seluruh dunia,”
Masjid Imam Syafi'i
Kesungguhan Imam Syafi’i dalam menuntut ilmu
Meskipun dibesarkan dalam keadaan yatim dan kondisi keluarga yang miskin, tidak menjadikan beliau rendah diri apalagi malas. Sebaliknya, keadaan itu membuat beliau makin giat menuntut ilmu. Pada umur 9 tahun beliau telah hafal Al Quran seluruhnya. Beliau banyak berdiam di Masjid al-Haram dimana beliau menuntut ilmu pada ulama-ulama dalam berbagai bidang ilmu. Beliau mencatat ilmu-ilmu yang telah diperolehnya pada kertas-kertas, kulit dan tulang binatang. Hingga pada suatu hari kamar tempat istirahatnya penuh oleh kertas, kulit dan tulang. Maka seluruh catatan pada benda-benda itu dihafal oleh Imam seluruhnya, lalu setelah itu benda-benda tersebut dibakarnya. 
Kekuatan hafalan Imam Syafi’i   sangat mencengangkan. Sampai-sampai seluruh kitab yang dibaca dapat dihafalnya. Ketika beliau membaca satu kitab beliau berusaha menutup halaman yang kiri dengan tangan kanannya karena khawatir akan melihat halaman yang kiri dan menghafalnya terlebih dahulu sebelum beliau hafal halaman yang kanan. 
Mengenai hal ini beliau bercerita: bahwa beliau pernah bermimpi bertemu Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW berkata kepadanya: “Siapa kamu hai anak muda?”  Imam Syafi’i berkata. : “aku termasuk umatmu, ya Rasulullah”  Rasul berkata:“mendekatlah padaku.”  Imam Syafi’i lalu mendekat kepada Rasulullah SAW, lalu Rasul mengambil air liurnya dan meletakkan air liur itu ke dalam mulut dan bibir Imam Syafi’i. setelah itu Rasulullah SAW berkata padanya: “ berangkatlah, semoga Allah memberkahimu.”  Setelah mimpi itu beliau tak pernah merasa kesulitan dalam menghafal ilmu. 
Beliau juga telah mencapai kemampuan berbahasa yang sangat indah. Kemampuan beliau dalam menggubah syair dan ketinggian mutu bahasanya mendapat pengakuan dan penghargaan yang sangat tinggi oleh orang-orang alim yang sejaman dengan beliau. 
Demikian tinggi prestasi-prestasi keilmuan yang telah beliau capai dalam usia yang masih sangat belia, sehingga guru-gurunya membolehkan beliau untuk berfatwa di Masjid al-Haram. Ketika itu beliau bahkan baru mencapai usia 15 tahun.
Kepergian Imam Syafi’i ke Madinah
            Imam Syafi’i hidup sejaman dengan Imam Malik bin Anas, seorang ulama besar pendiri madzhab Maliki. Imam Malik bin Anas juga dikenal sebagai Ahli Hadits. Beliau menghimpun hadits-hadits nabi dalam kitab beliau yang berjudul Muwattha’. Imam Syafi’i pernah meminjam kitab Muwattha’ pada salah seorang penduduk Mekkah dan menghafalnya dalam waktu singkat. Imam Syafi’i rindu untuk melihat Imam Malik di Madinah Al Munawwarah dan berharap dapat mengambil manfaat dari ilmu beliau.
            Maka pada suatu hari berangkatlah Imam Syafi’i ke Madinah dengan niat untuk menuntut ilmu. Dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah beliau mengkhatamkan bacaan Al Qur’an sebanyak 16 kali. Malam satu kali khatam dan siangnya satu kali. Pada hari ke delapan beliau tiba di Madinah setelah shalat ashar. Beliau shalat di Masjid Nabawi dan berziarah terlebih dahulu ke makam Rasulullah SAW. Setelah itu baru beliau menuju kediaman Imam Malik bin Anas.
            Ketika Imam Syafi’i menghadap Imam Malik, beliau berkata: “mudah-mudahan Allah selalu memberimu kebaikan. Aku adalah seorang penuntut ilmu. Kondisi dan ceritaku begini dan begini…”
            Mendengar perkataan itu Imam Malik merasa kasihan dan bertanya kepadanya: “siapa namamu?” Imam Syafi’i menjawab: “Muhammad.” Imam Malik berkata kepadanya; “wahai Muhammad, bertaqwalah kepada Allah, hindarilah maksiat. Aku melihat di hatimu ada cahaya. Karena itu janganlah kamu padamkan cahaya itu dengan maksiat. Sesungguhnya cahaya itu akan menjadikanmu dibutuhkan oleh manusia. “ Imam Syafi’i menjawab: “ya.” Imam Malik lalu berkata: “kalau besok kamu masih ada, kami akan mengajarkanmu kitab Muwattha’.”
            Imam Syafi’i berkata: “wahai tuanku, aku telah membaca kitab Muwattha’ sampai hafal.” Imam Malik berkata: “bacalah!”lalu Imam Syafi’i membaca dan Imam Malik menyimaknya. Ketika Imam Syafi’i khawatir Imam Malik lelah, maka beliau berhenti. Dan Imam Malik lalu berkata: “teruskan wahai anak muda, aku akan memperbaiki bacaanmu.” Demikianlah, maka aktivitas harian Imam Syafi’i adalah membaca kitab Muwattha’ dibawah bimbingan Imam Malik.
            Beliau pun selalu hadir di majlis ilmu Imam Malik yang menerangkan tentang hadits-hadits Rasulullah SAW. Imam Malik memuji kuatnya hafalan dan keluasan pemahaman Imam Syafi’i terhadap ilmu yang dipelajarinya. Seringkali sehabis membacakan kitabnya, Imam Malik meminta Imam Syafi’i untuk menyampaikannya kepada orang lain. Imam Malik juga sering memberikan hadiah kepada sang murid sebagai wujud rasa cinta dan perhatian beliau kepadanya.
            Demikian juga Imam Syafi’i begitu mencintai gurunya dengan sepenuh hati. Beliau berkata: “Malik bin Anas adalah guruku. Dari beliau aku belajar dan tidak ada orang yang aku percaya kecuali Malik bin Anas. Dan aku menjadikan Malik bin Anas sebagai hujjah (saksi) antara aku dan Allah.”
Kepergian Imam Syafi’i ke Iraq
            Pada waktu Imam Syafi’i telah menyelesaikan pelajarannya pada Imam Malik, beliau mendengar kabar tentang Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan yang adalah murid sekaligus sahabat Imam Abu Hanifah yang sedang berada di Iraq yaitu di kota Kufah. Beliau ingin sekali bertemu dengan mereka berdua. Maka Imam Syafi’i lantas memohon izin kepada Imam Malik untuk pergi ke Iraq. Imam Malik memberi tambahan bekal kepada beliau dan menyewakannya hewan tunggangan menuju kota Kufah.
             Di Kufah, begitu berjumpa dengan Abu Yusuf  dan Muhammad bin Hasan, mereka berdua sangat gembira dengan kedatangan Imam Syafi’i. Mereka bertanya kepada beliau tentang Imam Malik bin Anas. Beliau berkata: “aku telah datangkepadanya.” Salah satu dari keduanya berkata: “apakah kamu melihat kitab Muwattha’?” Imam Syafi’i menjawab: “aku telah menghafal kitab tersebut dalam lubuk hatiku.”
            Itu semua telah membuat Muhammad bin Hasan dan Abu Yusuf menaruh hormat kepada Imam Syafi’i. Muhammad bin Hasan lalu bertanya kepada beliau tentang masalah thaharah, zakat, jual beli, dan masalah lainnya yang dijawab dengan jawaban yang sangat bagus oleh Imam Syafi’i. Bertambah kagumlah Muhammad bin Hasan pada beliau. Kemudian ia mengajak Imam Syafi’i ke rumahnya dan mengizinkan Imam Syafi’i untuk menyalin kitab apa saja yan dia inginkan yang ada di perpustakaan miliknya.
            Selama di Kufah, Imam Syafi’i menjadi tamu Muhammad bin Hasan. Ketika beliau telah selesai mempelajari kitab-kitab di perpustakaan Muhammad bin Hasan, beliau lantas mohon izin untuk meneruskan perjalanan menuju Persia dan kota-kota disekitarnya.
Kembali ke Madinah
            Ketika beliau di kota Romlah ada serombongan orang Madinah datang. Beliau bertanya tentang keadaan guru beliau, Imam Malik bin Anas. Mereka menjawab bahwa Imam Malik dalam keadaan sehat. Imam Syafi’i merasa rindu dan ingin sekali berjumpa dengan guru yang sangat dicintainya itu. Maka beliau pun mempersiapkan diri untuk perjalanan menuju ke Madinah.
            Sampai di Madinah, setelah berziarah ke makam Rasulullah SAW, beliau lantas menuju pengajian Imam Malik. Ketika Imam Malik mengetahui kehadiran Imam Syafi’i, beliau memanggilnya dan memeluknya dengan penuh kerinduan. Murid-murid Imam Malik yang lain merasa terharu melihat peristiwa ini. Imam Malik lalu membawa Imam Syafi’i duduk disisinya. Beliau berkata:“ajarilah ini, wahai Syafi’i.” Setelah menyelesaikan pelajaran itu, Imam Malik mengajak Imam Syafi’i ke rumahnya.
            Imam Syafi’i tinggal selama beberapa tahun di Madinah. Selama itu beliau senantiasa mendapat perlakuan yang istimewa dan sangat diperhatikan oleh gurunya. Pada bulan Rabi’ul awwal tahun 179 H Imam Malik bin Anas wafat dan dimakamkan  di pemakaman Baqi’ di kota Madinah. Seluruh penduduk Madinah tenggelam dalam duka cita karena meninggalnya Imam yang sangat alim dan mulia ini.
Setelah wafatnya Imam Malik, Imam Syafi’i masih tinggal beberapa lama di Madinah. Beliau kemudian pergi ke Yaman, menetap dan mengajarkan ilmunya di sana.
Berita tentang keluasan ilmu beliau segera saja menyebar ke seluruh negeri. Orang berduyun-duyun datang untuk menyimak pelajaran yang beliau sampaikan. Ketinggian ilmu dan ma’rifahnya, baik itu dibidang fiqh, hadits, filsafat, kedokteran, ilmu falak dan lain-lain membuat khalifah Harun al-Rasyid mengundang beliau dan meminta beliau untuk mengajar di kota Baghdad. Sejak saat itu beliau dikenal secara luas dan lebih banyak lagi orang yang datang menuntut ilmu padanya. Pada waktu itulah madzhab beliau mulai dikenal. Imam Syafii mengajar banyak orang yang kelak sebagian dari mereka menjadi ulama-ulama yang besar pula. Diantara murid-murid beliau yaitu Imam Ahmad bin Hanbal yang kelak dikenal sebagai salah seorang Imam madzhab juga. 
Semua orang, baik dari kalangan pejabat maupun rakyat sangat mencintai dan mengagungkan kedudukan Imam Syafi’i. Demikian pula murid-murid beliau begitu menaruh hormat padanya. Ini terbukti ketika Imam Ahmad bin Hanbal sakit dan Imam Syafi’i membesuknya. Waktu beliau sampai di rumahnya, Imam Ahmad bin Hanbal langsung turun dari tempat tidurnya dan meminta Imam Syafi’i untuk duduk di tempat itu. Sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal duduk di tanah dan sewaktu-waktu beliau bertanya pada Imam Syafi’i. 
Ketika Imam Syafi’i hendak pulang, Imam Ahmad bin Hanbal menaikkan  beliau ke hewan tunggangannya. Lalu Imam Ahmad bin Hanbal naik ke tunggangannya -beliau dalam kondisi sakit- dengan menerobos jalan dan pasar-pasar Baghdad, sampai ia bisa mengantar Imam Syafi’i tiba di rumahnya.
Pulang ke Mekkah
            Setelah beberapa waktu berada di Baghdad, beliau bermaksud pulang ke Mekkah. Memakan waktu perjalanan beberapa hari akhirnya beliau sampai di Mekkah. Waktu itu tahun 181 H. Sebelum masuk kota Mekkah, beliau mendirikan kemah di luar kota. Penduduk Mekkah keluar untuk menyampaikan salam dan menyambutnya. Beliau lalu membagi-bagikan seluruh emas dan perak yang beliau miliki kepada mereka. Hal itu dilakukan untuk melaksanakan wasiat ibunya ketika beliau datang ke Mekkah. Begitulah, Imam Syafi’i masuk ke kota Mekkah dalam keadaan tidak membawa apapun, sama seperti ketika beliau keluar dari Mekkah dalam keadaan tidak membawa benda apapun.
            Beliau tinggal di Mekkah selama 17 tahun. Selama berada disana beliau mengajarkan ilmu pada manusia. Madzhab Imam Syafi’i tersebar di antara jamaah haji dan mereka membawa madzhab tersebut ke tempat asal mereka masing-masing.
            Selama 17 tahun tinggal di Mekkah beliau mendengar wafatnya Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan yang dahulu pernah ditemuinya di kota Kufah. Setelah itu wafat pula Harun al-Rasyid.
            Setelah sekian lama tinggal di Mekkah beliau lantas kembali ke kota Baghdad. Disana beliau melanjutkan kegiatan mengajar selama beberapa waktu. Setelah itu beliau bermaksud hendak pergi ke Mesir. Ketika penduduk Baghdad mendengar akan kepergian orang mulia ini, maka mereka keluar untuk perpisahan dengan beliau. Di tengah-tengah penduduk ini ada Imam Ahmad bin Hanbal. Maka diwaktu itu Imam Syafi’i memegang erat tangan Imam Ahmad bin Hanbal dan berkata: “sungguh aku rindu akan bumi Mesir. Selain Mesir adalah bumi yang tandus. Demi Allah, aku tidak tahu untuk kemuliaan atau untuk kaya aku pindah ke Mesir. Atau pindah ke kubur?”
            Seakan-akan Imam Syafii merasa akan wafat di Mesir dan kuburannya akan berada di negeri itu. Lalu beliau menangis. Imam Ahmad bin Hanbal dan semua orang yang menyaksikan perpisahan itu menangis semua. Imam Ahmad bin Hanbal pulang sambil bercucuran airmata dan berkata pada para penduduk Baghdad: “ sungguh ilmu fiqh telah tertutup, lalu Allah membukakan ilmu itu dengan kedatangan Imam Syafi’i.”
 Menetap di Mesir
            Di negeri Mesir segera saja penduduknya jatuh hati pada Imam Syafi’i. Para ulama negeri itu juga memuliakannya dan meminta beliau untuk mengajar di masjid Amru bin Ash. Beliau mengajar sehabis subuh sampai zhuhur. Imam Syafi’i adalah orang pertama yang mengajar ilmu hadits di Mesir sampai zhuhur. Setelah itu beliau melanjutkan pelajaran di rumahnya.
            Para ulama dan orang-orang jenius terpelajar lainnya datang menyimak pelajaran yang beliau sampaikan baik di masjid maupun di rumah. Di antara orang-orang yang belajar pada beliau yang kelak menjadi ulama terkenal adalah Muhammad bin Abdullah bin Hakam, Abu Ibrahim bin Ismail bin Yahya Al-Muzani, Abu Yaqub Yusuf  bin Yahya Al-Buwaiti, Rabi’ Al-Jizi dan lain sebagainya.
Ketika di Mesir ini pula Imam Syafi’i banyak menulis kitab yang berisi madzhab beliau. Di antara kitabnya adalah Al-Umm,Imla’ al-ShaghirJizyahAr-Risalah dan lain sebagainya.
Sebagian dari akhlak Imam Syafi’i
             Imam Syafi’i adalah seorang yang taqwa,  zuhud dan wara’. Beliau juga sangat santun dalam memberi peringatan kepada orang yang melakukan kesalahan. Hatinya sangat lembut dan dermawan terhadap harta.
Baihaqi meriwayatkan dari Hasan bin Habib. Dia berkata: “Aku melihat Imam Syafi’i menunggang kuda melewati pasar sepatu. Tiba-tiba cambuknya jatuh dan mengenai salah seorang pedagang sepatu. Lalu pedagang sepatu itu mengusap cambuk untuk membersihkannya dan memberikan cambuk itu pada beliau. Imam Syafi’i lalu menyuruh budaknya untuk memberikan uangnya pada pedagang itu.”
Tiada hari yang dilewati beliau tanpa bershadaqah. Siang dan malam beliau selalu bershadaqah, Apalagi di bulan Ramadhan. Beliau juga sering mengunjungi fakir miskin dan menjamin kebutuhan-kebutuhan mereka. Untuk menafkahi keluarganya beliau berdagang. 
Imam Syafi’i sangat baik dalam memperlakukan kerabat-kerabatnya. Beliau menghormati mereka dan tidak menyombongkan dirinya. Beliau menghormati orang sesuai posisinya. Imam Syafi’i pernah berkata: “Paling zhalimnya orang adalah ia yang menjauhi kerabatnya, tidak mau tahu terhadap mereka, meremehkan dan sombong pada orang yang memiliki keutamaan.”
Beliau juga senantiasa memaafkan orang yang berbuat kesalahan kepadanya. Beliau membalas kejahatan dengan kebaikan dan tidak pernah menyimpan dendam kepada seseorang.
Pujian Ahmad bin Hanbal kepada Imam Syafi’i
Sewaktu di Baghdad, Imam Syafi’i selalu bersama Imam Ahmad bin Hanbal. Demikian cintanya pada Imam Syafi’i, sehingga putra-putri Imam Ahmad merasa penasaran kepada bapaknya itu. Putri Imam Ahmad memintanya untuk mengundang Imam Syafii bermalam di rumah untuk mengetahui perilaku beliau dari dekat. Imam Ahmad bin Hanbal lalu menemui Imam Syafi’i dan menyampaikan undangan itu. 
Ketika Imam Syafi’i telah berada di rumah Ahmad, putrinya lalu membawakan hidangan. Imam Syafi’i memakan banyak sekali makanan itu dengan sangat lahap. Ini membuat heran putri Imam Ahmad bin Hanbal. 
Setelah makan malam, Imam Ahmad bin Hanbal mempersilakan Imam Syafi’i untuk beristirahat di kamar yang telah disediakan. Putri Imam Ahmad melihat Imam Syafi’i langsung merebahkan tubuhnya dan tidak bangun untuk melaksanakan shalat malam. Pada waktu subuh tiba beliau langsung berangkat ke masjid tanpa berwudhu terlebih dulu. 
Sehabis shalat subuh, putri Imam Ahmad bin Hanbal langsung protes kepada ayahnya tentang perbuatan Imam Syafi’i, yang menurutnya kurang mencerminkan keilmuannya. Imam Ahmad yang menolak untuk menyalahkan Imam Syafi’i, langsung menanyakan hal itu kepada Imam Syafi’i. 
Mengenai hidangan yang dimakannya dengan sangat lahap beliau berkata: “Ahmad, memang benar aku makan banyak, dan itu ada alasannya. Aku tahu hidangan itu halal dan aku tahu kau adalah orang yang pemurah. Maka aku makan sebanyak-banyaknya. Sebab makanan yang halal itu banyak berkahnya dan makanan dari orang yang pemurah adalah obat. Sedangkan malam ini adalah malam yang paling berkah bagiku.” 
“Kenapa begitu, wahai guru?”
“Begitu aku meletakkan kepala di atas bantal seolah kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW digelar di hadapanku. Aku menelaah dan telah menyelesaikan 100 masalah yang bermanfaat bagi orang islam. Karena itu aku tak sempat shalat malam.” 
Imam Ahmad bin Hanbal berkata pada putrinya: “inilah yang dilakukan guruku pada malam ini. Sungguh, berbaringnya beliau lebih utama dari semua yang aku kerjakan pada waktu tidak tidur.” 
Imam Syafi’i melanjutkan: “Aku shalat subuh tanpa wudhu sebab aku masih suci. Aku tidak memejamkan mata sedikit pun .wudhuku masih terjaga sejak isya, sehingga aku bisa shalat subuh tanpa berwudhu lagi.” 
Dilain kesempatan Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata: “aku tidak pernah shalat sejak 40 tahun silam kecuali dalam shalatku itu aku berdoa untuk Imam Syafi’i.” 
Abdullah, putranya lantas bertanya: “wahai ayahku, seperti apa sih Syafi’i, sehingga ayah selalu 
Makam Imam Syafi'i
berdoa untuknya?” Imam Ahmad bin Hanbal menjawab: “wahai anakku, Imam Syafi’i bagaikan matahari bagi dunia dan seperti kesehatan bagi tubuh. Lihatlah anakku, betapa pentingnya dua hal itu.”
Abdul Malik bin Abdul Hamid al-Maimuni berkata: “Aku berada di sisi Ahmad bin Hanbal dan beliau selalu menyebut Imam Syafi’i. Aku selalu melihat beliau mengagungkan Imam Syafi’i.”
Wafatnya Imam Syafi’i
Beliau wafat pada malam jum’at akhir dari bulan Rajab tahun 204 H setelah mengalami sakit selama beberapa waktu. Setelah isya ruh beliau yang suci kembali ke Rahmatullah di pangkuan murid beliau, yaitu Rabi’ al-Jizi. Jenazah beliau dimakamkan dengan iringan tangis dan rintih duka cita dari segenap penduduk Mesir.

Dari berbagai sumber.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Biografi ust. m Arifin Ilham

Biografi ust. H Muhammad arifin ilham 


Nama                              :   H Muhammad Arifin Ilham
Kelairan                           :   Banjarmasin,8 juni 1969
Pendidikan                       :   ponpes daarul najah (1983-1987)-ponpes asyafi’iyah(1987-1989)-fisipol unas  
Pengalaman Organisasi     :   himpunan mahasiswa islam (hmi)
Prestasi                            : juara pidato bahasa inggris ASEAN-juara bulu tangkis antar ponpes se     jabotabek

           Istrinya bernama Wahyuniati AL-Waly(28tahun) Banyak yang mengidolakan ustad yang satu ini namanya yaitu Ustad M. ARIFIN ILHAM saya salah satunya disini saya ingin memceritakan biografi dari sang idola saya yang sumbernya dari internet insyaallah disini sya akan memulai nya denga membaca basmalah ....bismilahirrohmanirrohim.....

          K.H. ARIFIN ILHAM ..namanya mulai dikenal dan hampir muncul di layar TV dan media lain.ustad arifin berbeda dengan yang lain ...ust. arifin ilham tampil dengan dzikirnya yang menyejukkan hati seakan membawa jamaah dzikirnya terbang ke langit serta melupakan dunia fana... K.H. Arifin ilham adalah anak ke dua dari lima bersaudara.ayah arifin masih keturunan ketujuh syeh a-banjar,ulama terkenal di kalimantan sementara ibunya bernama HJ. Nurhayati.
          Saat berusia limatahun ustad arifin dimasukkan oleh ibunya ke TK Aisyah setelah itu sekolah di SD muhammadiyah dekat dengan rumahnya.ustad arifin mengaku kalau dirinya dulu tergolong orang yang pemalas.tapi sejak kecil ustad arifin dinajarkan disiplin oleh kedua orang tuanya serta neneknya jga Sejak kecil ustad arifin sangat berjiwa sosial.dlu ketika masih kecil jika di antara saudaranya merasa kurangmaka bagian makanannya langsung di berikan ke pada saudaranya.

 UST. M. Arifin waktu kecil 
         
          Kenakalan ust. Arifin masih berlanjut, meskipun sudah dipindahkan ke sd rajawaliust. Arifin mulai terpengaruh dengan hal-hal yang sedikit negatif...ia mulai bermain dengan uang kecil-kecilan dan merokok dengan sembunyi-semunyi.ternyata pendidikan keras dan disiplin terhadap ust. Arifin tidak selalu membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan kedua orang tuanya.oleh karena itu orang tua ust. M arifin pun mendatangkan seorang guru ngaji kerumahnya selain diharapkan pintar mengaji kedua rang tuanya jga berharap agar anak laki-lakinya tidak banya bermain di luar rumah..tapi, ustad arifin justru membuat ulah aneh-aneh setiap kali guru ngaji datang ke rumah ,ia selalu menjahilinya.
          Memasuki hari ke lima ,nurhayati datang kerumah orang tuanya ahmad dan menemui arifin.memberitahu padanya kalo ayahnya sedang sakit keras gara-gara memikirkannya.ust. arifin pun terenyuh dan ia bersedia untuk pulang bersama ibunya.sampainya di rumah arifin langsung memohon ampun kepada ayahnya dan langsung memeluknya.”kami saling berpelukan dan tangis-tangis”
          Di tanah suci kedua orang tuanya berdoa khusyu untuk arifin.hasilnya ,tabiat arifin berubah drastis dan ia tinggalkan dunia remajanya yang hitam dan dengan cara memperbaiki hidupnya Di Tanah Suci, kedua orang tuanya berdoa khusyuk untuk Arifin. Hasilnya, tabiat Arifin berubah drastis! Yang dilakukan oleh k.h arifin ilham untuk menebus kesalahannya kepada orang tuanya.
          Ustad arifin berhasil lulus sd dengan baik dan masuk ke smp negri 1 banjarmasin sekolah faforit di kota kalimantan selatan.tahun 1982 ayah- ibunya berangkat ke tanah suci mekah untuk menunaikan ibadah haji di depan ka’bah kedua orang tuanya bersimpuh dihadapan illahi memohon agar arifin diberikan petunjukdan hidayahnya oleh allah menunaikan ibadah haji. Di depan Kabah kedua orang tua Arifin bersimpuh di hadapan Ilahi, memohon agar Arifin diberikan petunjuk dan hidayah oleh-Nya.
          Hidayah dari allah pun membuka mata hati ust. Arifin,doa abah dan mamahnya di mekah ternyata dikabulkan oleh allah.dan saat itu nur ilahi pun tiba-tiba datang menyinari seluruh kalbu arifin.dan sejak itu arifin berjanji tidak mau berjudi dan melakukan tindakan tercela.dan kalau selama ini arifin haya shalat magrib dan itu jga jarang,sejak itu arifin bertekad untuk shalat 5 waktu .saat kedua orang tuanya pulang dari mekkah,mereka sangat terkejut melihat perubahan sikap arifin anaknya dari sifat nakalnya dulu.....bahkan ust. Arifin kelas 1 smpn bahkan minta dimasukkan ke pesantren.
          Meski masuk pesan tren dengan keinginan sendiri ,pada awalnya arifin merasa tidak betahtinggal di pesantren yang jaraknya sangat jauh dari kedua orangtuanya,padahal di pesantren ia di temani oleh adiknya.dan kaau di rumah makan enak tinggal ngomong sama mamah , tapi di pesantren makan sera terbatas dan rasanya kurang pas dilidah. Disinilah seninya tinggal di pondok pesantren . mereka harus ulet dan disiplin.dan salah satu sifat yang berkesan pada arifin menurut royan adalah kedermawanannya.
          Disamping masalah makan dan fasilitas tempat tinggal, ada masalah lain yang membuat arifin tidak betah di peesantren.selain kurang erius dalam nelajar , ia merasa pelajarannya sangat berat mengikuti pelajaran agama di pesantren itu.arifi berasal dari sd umum dan pengetahuannya sangat tipis ia belum lacar membaca dan menulis arab.padahal merupakan materi utama pelajaran tingkat tsanawiah.
          Karena sangat jauh tertinggal maka semangat arifin pun jadi sangat kurang.selain itu nilai arifin sangat jujur,kalau nilainya 2atau3nilai raport akan seperti itu.dari 40 pelajaran lebih dari 30 mata pelajaran nilai merah.saat itu arifin sangat terpukul dan sedih.tapi,ia tidak ingin menyerah dan tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.masuk semster duaia berusaha memacu diri,orang lain bisa dia pun harus bisa.a hasil ia pun naik kelas 2 dengan nilai cukp bagus diatas rata-rata.dan masuk sepuluh besar dalam kelas.tahun berikutnya tidak hanya bernilai bagus juga menjadi bintang bidang olahraga ,badminton pidato,puisi.tapi hanya dalam bidang pidato saja arifin tidak PD,ia selalu di selimuti ketegangan dan ketakuta yang luar biasa sekali ia melangkahkan kakinya ke podium.tapi buka arifin kalo menyerah.arifin sangat mengidolakan ust. Rafi hamadan karena ssangat berkesan dalam memberikan pengajian.
         Arifin trus merenung dan berfikir cara pidato yang baik.disaat semua temannya dikamar tertidur lelap ia justru bangun ia lalu berdiri di atas tempat tidurnya dan berdiri layaknya berpidato diatas mimbar.kepercayaan dirinya terus bertambah sehingga ia mulai berani ceramah di luar pesantren. Setiap kali ia pulang liburan kerumah orang tuanya ia pun mulai memberanikan diri untuk berceramah di dakwatul-chair masjid yang tdk jauh dari rumahnya. Belakangan ini ust arifin diminta untuk tampil di tempat-tempat lain akhirnya setiap kali pulang banjar masin jadi sibuk.di usianya masih muda ia sudah diminta ceramah dari masjid-ke masjid.bahkan diminta untuk khotbah jum’at di masji AL-Jihat.
          Kesimpulannya ustad arifin .”sebesar kesadaranmu,sebesar itu pula keuntunganmu.sebesar keinsyafanmu sebanyak itu pula keuntunganmu Mulai Di Undang Ceramah Udangan ceramah ke dua datang untuk peringatan maulid nabi muhammad saw.tapi waktu itu hanya sebagai pengisi saja tapi kemunculan tan pa sengaja justru membawa hikmah.ia mulai dikenal banyak orang.dan sejak saat itulah undangan ceramah di lingkungan pesanten itu mulai berdatangan Pada tahun 1994 arifin lulus dari universitas nasionalebagai Sarjana ilmu hubungan internasional sambil menjadi dosen di universitas borobudur,arifin makin menetapkan diri sebagai dai”ust. Arifin ingin membuktikan kepada semua orang bahwa kalau kita bersungguh-sungguh ,maka kita akan berprestasi dimanapu kita bisa berprestasi..

 ZIKIRNYA MUDAH DIPAHAMI

           Ustad Arifin menceritakan ia memperkenalkan zikir berjamaah itu di masjid sekitar tahun 1997jumlah jamaahnya hanya 2-3 saja. Tapi ia berusaha meyakinkan para jamaah zikir itu sangat besar faedahnya dalam sebuah hadis dikatakan .”sesungguhnya kelompok yang berdzikir kepada allah akan memperoleh 4 perkara.yaitu turunnya ketentraman pada mereka,rahmat akan menaungi mereka,para malaikat akan mengelilingi mereka dan allah menyebut-nyebut mereka dihadapan para makhluk yang ada di dekatnya Lama kelamaan masjid pun dipenuhi jamaah dzikir setelah arifin berulang kali zikir di TV,dan jamaah yang datang pun semakin tak tertampung di masjidnya,dan majelis dzikir yang diselenggarakan setiap awal bulan itu di datangi ribuan jamaah.
          Seorang mahasiswa UIN syarif hidayatullah menilai ,kelebhan dzikir yang dibawakan ust. Arifin sangat sederhana dan mudah dipahami semua orang .menurutnya ada 5 sebab utama knapa zikir arifi ilham segera menasional.”pertama dzikir belia ini lepas,tidak terikat dengan pakem dan tarekat tertentu,ke dua cara zikirnya mudah di ikuti oleh rang awam sekalipun,zikirnya itu bukan sekedar dzikir ,tapi ada muhasabahnya,yaitu usaha mengoreksi diri sendiri.sehingga setiap rang bisa langsung tersentuh.dzikirnya bukan sekedar dzikir lisan ,tapi sampai kehati sehingga semua orang menangis karenanya,kelima zikirnya bisa diikuti semua kalangan/golongan .

K.H M.Arifin Ilham bertemu dengan jodoh 

          Kalau memang jodoh,tidak akan kemana...begitu petuah orang tua.kisah itu yang terjadi pada pasangan arifin dengan wahyuniati Al-Waly,putri ketiga dari enam bersaudara dari mantan anggota DPR.Drs.teku djamaris. Arifin pertama kali bertemu dengan yuni saat usai berceramah di kediaman keluarga H.yusuf di depok.saat itu arifin tegah duduk menunggu antrian makan, egitu juga yuni tiba-tiba diantara mereka saling beradu pandangan dan keduanya pun saling tersenyum setelah itu mereka pun pulang dan ti dak perna saling bertemu ataupun saling bicara. Arifin tidak mau mengumbar perasaanya .ia tidak berusaha mencari tahu dan dari mana gadis itu.ia biarkan kehidupannya mengalir sesuai kehendaknya sebagai makhluk yang berusaha menyerahkan seluruh khidupannya hanya untuk allah,dalam urusan joodh pun ia pasrahkan seutuhnya kepada sang maha kuasa.setiap malam ia bangun kemudian shalat tahajud dan berserah diri kepadaNya.            
           Hari-hari pun berjalan ,ternyata belum pula menunjukkan tanda-tanda akan hadirnya seorang pujaan hati.suatu hari ada seorang temannya asan sandi yang menawarinya berkenalan dengan seorang gadis.katanya ”ustad arifin....mau tidak saya kenalkan dengan seorang gadis.dia seorang putri ulama”mau jawab ustad,anaknya tinggal dimana?arifi balik tanya Kalibata,tapi lebih baik kita ketemu di tempat lain saja.deh.....
           Suatu hari di bulan februari 1998 hasan menghubungi ust. Arifin lagi ia mengundang arifin untuk memberika ceramah dalam acara syukuran sekalian dikenalkan ke gadis itu,arifin kaget ketika melihat salah satu foto yang terpampang di kamar tamu, yang rupanya pernah ia kenal .gadis itu pun keluarbersama kedua orang tuanya .hanya beberapa detik ,karena gadis itu langsung masuk ke dalam lagi.saat itu arifin bru ingat pernah bertemu dengan gadis itu sekitar enam bulan yang lalu saat ia ceramah di depok.
          Kali ini arifin benar-benar jatuh cinta.sejak ke dua kalinya bertemu dengan gadis itu ,ada peasaan aneh dihatinya.bayng –bayang gadis berkerudung putih itu terus mengusik kesendiriannya,tetapi berbeda dengan pemuda-pemuda lain ia langsung menyampaikan perasaannya kepada sang pencita....setiap kali bangun malam , ia langsung bersujud dan bersimpuh di hadapannya.sambil berdoa ia menangis dan memohon petunjuk agar diberikanpendamping hidup yang terbaik baginya.
          Selama ini ia hanya memanfaatkan sepertiga malam yang terakhir untuknya hanya kualitas dan kuantitas penghambaannya kepada allah itu kian ditingkatkan.setiap malam ia shalat malam delapan rakaat ditambah witir 3 rakaat.memasuki hari ke sebelas , ia tiba –tiba mengalami kelelahan yang luar biasa hingga ia pun tetidur. Ditengah kelelapan i bermimpi seolah menjalankan ibadah umroh bersama gadis itu tepatnya tanggal 1 muharam.arifin percaya , mimpinya ini bukan sekedar kembang tidur .”ini adalah petunjuk allah .arifin menterjemahkannya untuk menikah tanggal 1 nuharam,”usai shalat subuh ia langsung menelepon gadis itu”aku Muhammad Arifin ilham,”aku ingin mengatakan sesuatu kepada kamu.pertama aku ingin menikah dengan kmu tanggal 1Muharam,keduaniaatku ini karena allah, keiga karena sunah rosul,keempat aku ingin terbang ke langit .Cuma sayang .sayapku Cuma satubagaimana kalau sayap itu adalah kamu,kelima aku butuh jawabanmu besok pagi jam 5. 
         Gadis itu teduduk lunglai berbagai perasaan menyelimuti kalbunya. disatu sisi ia merasa tersanjung dan bahagia ,tapi disisi lain juga merasa khawatir bagaimanapun ia belum kenal laki-laki itu walaupun ustad.sebagai gadis ia lum pernah pacaran apalagi jalan berdua dengan laki-laki pendidikan ayahnya sangat ketat.sudah berapakali ia dilamar ,tetapi selalu ditolak kedua orang tuanya . Lamaran dari ustad muda mengagetkan dan segera diberitahukan kepada kedua orangtuanya...Untunglah kedua orang tuanya menyetujuinya saat esok pukul 5 pagi arifin menelefon dan yang menerima yuni sendiri,ia yakin lamarannya bakal diterima. Satu bulan kemudian tepatnya tanggal 1muharam (28aril 1998) ust. Arifin dan yuni menikah di masji baiturrehman di kompleks DPR kalibata. Dua sejoli ini ternyata banyak kesamaan sama-sama alumni pesantren darunnajah dan universitas nasional.hanya tenggang waktu mereka yang berbeda kedua kake mereka mempunyai pesantren yang namanya darussalam.            
         Alhamdulillah pasangan ini dikaruniai dua putra, Muhamad alvin faiz(4 februari 1999) dan muhammad amer adzikro (21 desember 2000)saat ini pasangan muda berbahagia telah menantikan bayi yang ketiga yang diharapkan lahir pada bulan oktober ini”saya sangat bahagia ,doa saya dikabulkan oleh allah ,”tutur yuni yang sehari-hari dipanggil sayang oleh suaminya Kini, pasangan ini dikaruniai dua putra, Muhammad Alvin Faiz (4 Februari 1999) dan Muhammad Amer Adzikro (21 Desember 2000). Saat ini pasangan muda yang berbahagia ini tengah menantikan bayinya yang ketiga, yang diharapkan lahir pada bulan Oktober ini. “Saya sangat bahagia, doa saya dikabulkan oleh Allah,” tutur Yuni yang sehari-hari dipanggil ‘Sayang’ oleh suaminya.
           Diceritakan sejak sekolah smp sampai kemudian mengakhiri masa gadisnya , setiap kali usai shalat wajib ia selalu berdo’a tanpa ada yang menyuruh dan tak ad yang mengajarinya yunu selalu memohon kepada allah agar mendapatkan jodoh pria dengan 10 kriteria. Antaralain pria yang shalih ,beriman ,ganteng,berkecukupan,terkenal,berakhlak mulia,disayang semua umat ,bertanggungjawab,dan pintar ,”alhamdulillah semua yang saya mohon itu ada pada diri dari kak ARIFIN......... 

KISAH LAINNYA

          Dalamnya laut bisa diukur, tapi nasib orang siapa yang tahu. Itulah yang dialami KH Arifin Ilham, 34 tahun. Sebagaimana pemuda pada umumnya, ia pun belum tahu akan bekerja di mana dan menjadi apa setelah lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nasional (Fisipol Unas) Jakarta. Ternyata, lewat proses gigitan ular, Allah SWT menjadikan anak muda ini memimpin majelis zikir yang jamaahnya kini mencapai ribuan dari segala status. Memimpin majelis zikir, menurutnya, merupakan sesuatu yang tak pernah terbayangkan ketika ia menjadi mahasiswa, meskipun ia pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Darun Najah (Jakarta Selatan) dan Pondok Pesantren As-Syafi'iyah (Jakarta Timur).
          Alkisah, pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 8 Juni 1969, ini termasuk seorang penyayang binatang. Di rumah ibu angkatnya di Jakarta, ia banyak memelihara binatamg, antara lain burung hantu, kera, dan ayam kate. Awal April 1997, ia diberi seekor ular hasil tangkapan warga kampung yang ditemukan di semak belukar. Karena kurang hati-hati Arifin digigit binatang melata ini. Namun, ia tidak menyadari kalau dirinya keracunan. Sewaktu dalam perjalanan dengan mengendari mobil, ia pun merasakan sesuatu yang tidak biasa, tubuhnya terasa panas, meradang, dan membiru.
          Melihat keadaan Arifin yang demikian, ibu angkatnya Ny Cut mengambil alih kemudi, menuju rumah sakit terdekat. Namun, beberapa rumah sakit menolak dengan alasan peralatan medis yang tidak memadai. Bahkan sejumlah dokter di beberapa rumah sakit tersebut memvonis, umur Arifin tinggal satu persen. Karena sulitnya mendapatkan pertolongan selama 11 jam, keadaan Arifin makin gawat. Detak jantungnya melemah. Melihat kondisi anak angkatnya yang makin parah, Ny Cut mencoba mendatangi RS Saint Carolus (Jakarta Pusat). Alhmadulilah pihak rumah sakit menerimanya. Arifin langsung ditempatkan di ruang ICU. Infus pun dipasang di tubuhnya. Untuk membantu tugas paru-paru, jantung, dan hatinya yang telah sangat lemah, dokter memasukkan beberapa batang selang ke mulutnya.
          Dengan pertolongan Allah, setelah satu bulan lima hari pihak rumah sakit menyatakan ia telah melewati masa kritis dan memasuki masa penyembuhan. Walaupun kondisinya telah jauh lebih baik, Arifin mengalami perubahan pada suaranya. Menurut analisa dokter, hal ini disebabkan oleh pemasangan beberapa selang sekaligus dalam mulutnya untuk waktu yang cukup lama. Tapi tidak ada yang mengetahui rencana Allah, justru dengan suaranya itu, Arifin menjadi lebih mudah dikenal para jamaah hanya dengan mendengar suaranya. Seperti diceritakan Arifin, selama masa kritis, ia mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat luar biasa. Di alam bawah sadarnya ia merasa berada di sebuah kampung yang sangat sunyi dan sepi.
         Setelah berjalan-jalan sekeliling kampung, ditemuinya sebuah masjid, yang kemudian dimasukinya. Di dalam masjid ternyata sudah menunggu tiga shaf jamaah dengan mengenakan pakaian putih. Salah satu jamaah kemudian memintanya memimpin mereka berzikir, mengingat Allah SWT. Keesokan harinya ia kembali bermimpi. Hanya saja sedikit berbeda. Kali ini ia merasa berada di tengah kampung yang penduduknya berlarian ketakutan karena kedatangan beberapa orang yang dianggap sebagai jelmaan setan. Melihat kehadirannya, para penduduk pun berteriak dan meminta dirinya menjadi penolong mereka mengusir setan-setan tersebut.
          Hari berikutnya ia kembali bermimpi. Kali ini ia diminta oleh seorang bapak untuk mengobati istrinya yang sedang kesurupan. Mendengar permintaan bapak tersebut, Arifin bergegas, tapi Allah berkehendak lain. Istrinya ternyata telah meninggal sebelum sempat ditolong Arifin. Berbekal pengalaman-pengalaman gaib yang ia alami, Arifin pun memantapkan hatinya untuk menjadi pengingat manusia agar tidak lupa berzikir. Banyak kegiatan yang dilakukannya. Salah satu yang paling berkesan adalah memimpin zikir untuk para narapidana di Cipinang. Menurut Arifin, kegiatan ini memberikan dampak yang sangat dalam sehingga banyak di antara narapidana tidak sanggup membendung air matanya, menyesali dosa-dosanya.
          Meskipun banyak hujatan, Arifin juga telah melakukan zikir di LP Nusakambangan, yang antara lain juga diikuti oleh Tommy Suharto. Tahun 1998, Arifin mengisi ceramah di sebuah rumah di kawasan Condet, Jakarta Timur. Di sinilah ia bertemu dengan Wahyuniati Al-Waly, seorang muslimah yang taat, yang kemudian menjadi pendampingnya. Tidak berapa lama setelah pertemuan itu, ia bermimpin di depan Ka'bah dengan Yuni berdiri disampingnya dengan menggunakan baju putih bersih. Dengan penasaran, pagi harinya ia menelpon Abah (panggilan Arifin untuk ayahnya), menanyakan perihal mimpinya. Abahnya mengartikan bahwa Yuni adalah jodoh yang diberikan Allah kepadanya. Maka keduanya pun naik ke pelaminan pada 28 April 1998.
          Yuni yang ternyata adik kelasnya di Fisipol Unas menilai sosok suaminya sebagai seorang yang baik, romantis, penyayang, pintar, dan kuat landasan agamanya. Ketika ditanya jadual acaranya yang demikian padat, Arifin dengan merendah menyatakan, Alhamdulillah hingga kini ia masih diberikan kesempatan untuk selalu shalat tahajud tiap pukul tiga pagi hingga subuh. Sekalipun ia tidur hanya sekitar tiga jam, tapi saat berada di kendaraan menuju tempat acara zikir ia menyempatkan diri untuk tidur di mobil. Menurut Arifin, acaranya sudah terisi hingga akhir Agustus mendatang. Ada satu hal yang dipegang oleh dai kelahiran Banjarmasih ini, yakni memegang janji.
         Karenanya, tiga kali ia terpaksa menolak permintaan Sekretariat Negara agar berdakwah bersama Presiden Megawati. ''Saya tidak mau kecewakan masyarakat yang telah jauh hari menunggu-nunggu kedatangan saya,'' ujarnya. Arifin mengaku, menjelang pemilu 2004 ini sudah ada parpol yang memintanya agar ia berkampanye untuk partai tersebut. Bahkan ada dari partai besar, yang menjamin bahwa ia nantinya paling sedikit akan menjadi anggota DPR. ''Tapi, saya ingin sebagai rantai (tali) tasbih, yang dapat menampung semua umat,'' ujar dai yang tinggal di Depok sejak 1999 ini. Sikapnya untuk selalu menjadi 'rantai tasbih' itu ternyata 'berbuah manis'. Setiap acara zikir yang dipimpinnya selalu dipadati jamaah dari berbagai kalangan dan status. Minimal, pemandangan ini tampak ketika ia memimpin zikir di Masjid Al-Amr Bittaqwa di Perumahan Mampang Indah II, Depok, Ahad (4/5) lalu.
          Sejak pukul 06.00 pagi, masjid yang hanya bisa menampung 500 orang itu sudah dipadati jamaah. Mereka yang hadir belakangan lalu ditampung di tenda-tenda sekitar masjid. Menjelang pukul 08.00, yang tampak adalah lautan manusia berwarna putih warna kopiah dan busana sebagian besar jamaah. Tepat pukul delapan, Arifin datang dan langsung menuju panggung di depan masjid. Ia didampingi Presiden Partai Keadilan Dr Hidayat Nurwahid, mantan KASAD Jenderal (Purn) Harsono, Habib Abdurahman Semith yang datang bersama belasan kyai dari Semarang, ketua Jamiatul Muslimin Indonesia Habib Husein Alhabsji, dan sejumlah ulama lainnya. Berikutnya, selama dua jam, ribuan jamaah Majelis Zikir Az-Zikra, nama yang diberikan Arifin untuk majelisnya, hanyut dan histeris dalam ritual zikir.
          Begitu syahdunya acara zikir ini, tidak peduli pengusaha, artis, sutradara, dan berbagai profesi yang datang ke acara itu dari berbagai tempat di Tanah Air, meneteskan air mata. Bahkan banyak yang terisak-isak. Arifin sendiri terus menyeka air matanya yang terus menerus mengalir dengan dua saputangan yang dibawanya. Namun, menurut Arifin, tangis bukan termasuk ritual zikir. Zikir pun, katanya, tidak juga sekadar duduk dan memanjatkan puja-puji kepada Allah SWT. ''Yang terpenting dari zikir adalah, di dalam hati harus selalu ingat dan merasakan kehadiran Allah SWT,'' jelas ayah dua anak ini. Arifin membagi zikir meliputi empat hal.
           Pertama, zikir hati senantiasa mengingat Allah dalam hati. Kedua, zikir akal, yang berarti mampu menangkap bahasa Allah dalam gerak alam semesta. Ketiga, zikir lisan, yang berupa ucapan asma Allah terjemahan dari kata hati. Keempat, zikir amal yang merupakan aplikasi takwa. Sedangkan anjurannya agar para jamaah zikirnya berbusana putih-putih, Arifin mengemukakan filosofinya. Putih, kata alumnus Fiskipol Unas ini, adalah warna yang melambangkan kesucian dan warna yang sangat disukai Rasulullah SAW.alwi shahab/dokumentasi republika/Mei 2003

Jumat, 17 Agustus 2012

Biografi Koko Liem

          Haji Muhammad Ustman Ansori, SQ, MA Al Hafizh yang memiliki nama Tionghoa sebelum muslim Liem Hai Thai, namun sekarang da’i berkacamata ini lebih akrab disapa Koko Liem lahir pada 17 Januari 1979 di Dumai Riau dari sepasang suami istri berdarah Tionghoa, Liem Guanho dan Laihua. Koko Liem merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Sejak kecil ia dididik dalam keluarga pemeluk agama Budha yang taat. Bahkan ayahnya adalah seorang aktivis Klenteng. Menjelang Maghrib, keluarga ini termasuk Liem kecil secara rutin sembahyang untuk menyembah pay pekkong (arwah leluhur dari orang-orang terkenal). Namun lelaki Tionghoa itu sangat bersyukur mendapatkan hidayah Allah hingga masuk Islam sejak usia 15 tahun. Setelah masuk Islam pada 21 Juli 1994, Utsman yang biasa dipanggil Koko Liem itu terus mendalami agama barunya dan memutuskan untuk untuk berdakwah.

           Keislaman Koko Liem tidak didapat secara instan. Saat duduk di kelas dua sekolah dasar negeri, Koko Liem mulai mengenal Islam, baik melalui lingkungan tempat tinggalnya maupun di sekolah. Saat ada pelajaran agama Islam, tak seperti anak-anak non-muslim lain di SD nya, Koko Liem memilih tidak keluar kelas saat pelajaran agama Islam berlangsung. Koko Liem kecil senang mendengarkan kisah nabi-nabi oleh guru agama Islam disekolahnya. Sebab ketertarikannya akan kisah-kisah para Nabi itu menggiringnya untuk mengenal Islam lebih dalam. Sejak saat itu, Koko Liem terus mengikuti pelajaran agama Islam dan selalu hadir dalam setiap acara peringatan hari besar Islam di sekolahnya. Meski demikian, setiap petang beliau tetap bersembahyang bersama keluarga dirumah untuk menyembah pay pekkong. Walaupun beragama Budha, kecintaannya terhadap Islam pun semakin terpupuk. Ditambah suara adzan yang didengarnya setiap hari dan takbir menjelang Idul Fitri, makin menggetarkan sukmanya hingga membuatnya meneteskan air mata.

           Setelah masuk SMP Syeikh Umar – Dumai Riau, Koko Liem tetap melanjutkan tradisi tidak mau meninggalkan ruang kelas saat ada pelajaran agama Islam, beliau belajar di sekolah ini karena sekolah ini mau menerima murid yang berasal dari agama lain. Koko Liem kemudian memanfaatkan kesempatan mengikuti pelajaran agama Islam itu sebaik-baiknya. Ia berusaha membandingkan agama Islam dengan agama yang dipelajari dan dianutnya, yaitu Budha. Pasalnya, setiap minggu beliau juga harus tetap ke wihara untuk belajar agama Budha dan mendapatkan nilai agama itu, yang kemudian diserahkan ke pihak sekolah. Saat mengikuti agama Islam, Koko Liem sangat terkesan dengan kisah Nabi Ibrahim a.s. Kegundahan mulai merasuki batin Koko Liem. Setelah berkonsultasi kepada kakaknya Muhammad Abdul Nashir (Liem Hai Seng) yang lebih dulu masuk Islam, akhirnya ia memutuskan untuk menjadi muallaf ketika naik kelas kelas 3 SMP.

          Setelah masuk Islam, kehidupan Koko Liem tak serta merta membaik. Justru sebaliknya, beliau harus pindah dari Dumai ke Duri, Riau. Sebab, ayahnya sangat marah dan mengusirnya dari rumah. Sejak itu beliau diasuh oleh seorang ulama Riau bernama KH. Ali Muchsin. Pengasuh Pondok Pesantren Jabal Nur di Kandis, Riau itulah yang mendorong tekadnya untuk menjadi da’i. Kemana pun Ali Muchsin berdakwah, putra aktivis Klenteng Budha yang bermata sipit dan berkulit putih itu berusaha untuk bisa mengikutinya. Beliau sangat senang mendengarkan gurunya itu memberikan materi ceramah.

          Latar belakang pendidikan formal Koko Liem diawali di SD 14 Dumai Barat, Riau, SMP Islam Mutiara Duri Riau pada 1995. Untuk mewujudkan niatnya terjun ke jalur dakwah, Koko Liem melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Daar El Qolam, Balaraja Banten sejak 1995 hingga 1999. Setamatnya dari Pondok Pesantren Daar El Qolam, Balaraja Banten, beliau kembali melanjutkan di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Raudhatul Muhsinin, Malang Jawa Timur. Pada tahun 2001, beliau melanjutkan studinya ke Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Lebak bulus Ciputat hingga lulus 2005. Dan pada 2005-2008 kembali melanjutkan studi S2 nya di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) dengan mengambil Jurusan Konsentrasi Ilmu Tafsir.

 AKTIVITAS DAKWAH

          Dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim, hal itu telah jelas dituangkan dalam al-qur’an dan juga pada hadits. Ketertarikan Koko Liem dalam dunia dakwah semenjak beliau sebelum hijrah ke agama islam. Karena ayah beliau itu seorang aktivis Klenteng atau suhu yang juga seorang orator yang berdakwah dirumah-rumah agama Budha seperti di klenteng dan wihara. Dari situlah beliau sering memperhatikan ayahnya berceramah tetapi yang jelas dibidang agamanya sendiri.

          Ketertarikannya akan kisah-kisah Nabi itu menggiringnya untuk mengenal Islam lebih dalam. Setelah memutuskan untuk menjadi seorang muallaf, Koko Liem pun banyak mendalami agama Islam dan memutuskan untuk berdakwah. Sejak duduk dibangku kuliah, Koko sudah mulai berdakwah. Namun kesempatannya untuk meluaskan wilayah dakwah, beliau dapat setelah mengikuti kompetisi da’i di salah satu stasiun televisi di Jakarta. Awalnya Koko Liem tidak berminat untuk mengikuti kompetisi itu karena menurutnya untuk apa da’i dilombakan. Tetapi karena dorongan teman-teman kuliahnya akhirnya Koko Liem ikut, teman-teman Koko beranggapan Koko Liem mempunyai bakat untuk itu. Dengan niat Lillahi Ta’ala untuk berdakwah tanpa memikirkan polling sms atau menang dan kalah, beliau ikut berkompetisi dalam acara DAI atau Dakwah TPI. Meskipun berhasil menjadi finalis, Koko Liem gagal menembus lima besar DAI TPI 2005. Namun hal tersebut tak menyurutkan langkahnya untuk berdakwah. Sejak saat itu, kesempatan dakwahnya justru makin besar karena sudah banyak orang mengenalnya dan memnaggilnya untuk mengisi ceramah di pengajian-pengajian.

          Kiprah dan pengalaman beliau dalam dunia dakwah tak diragukan lagi karena beliau berceramah bukan hanya dari mimbar-ke mimbar tetapi beliau sering tampil untuk berdakwah di berbagai media massa & radio . Beliau juga sering tampil di berbagai acara di Televisi yang bernuansa islami, seperti Pencerahan rohani di TPI, SCTV, INDOSIAR, TRANS TV, TRANS 7, TV ONE, TVRI. Beliau juga pernah menjadi Peran Kiyai di Sinetron Kiamat Sudah Dekat 3 SCTV 2007 dan lain-lain.

          Aktivitas dakwah Koko Liem yang mempunyai nama Islam Muhammad Ustman Anshori, SQ, MA mulai tahun 2004 aktif mengisi pengajian dibeberapa majelis taklim. Misalnya setiap Senin pagi beliau mengisi pengajian di Masjid Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta. Jamaahnya mencapai 250 orang. Setiap Jum’at malam, beliau mengisi pengajian di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Belum lagi, setiap hari beliau diundang untuk mengisi pengajian di beberapa majelis taklim baik di Jakarta maupun di luar kota. Selain sibuk berdakwah, hampir setiap hari juga mengajar anak-anak membaca al-Qur’an serta ilmu agama Islam lainnya seperti fikih, tafsir, akhlak. Dan menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Pembinaan Muallaf “Sheng Hoo Budaya” Sentul Selatan Bogor Jawa Barat.

          Dalam penyampaian dakwahnya Koko Liem tidak pandang bulu, sSeharusnya da’i dapat menyesuaikan dengan kondisi masyarakatnya serta harus tetap menjaga profesionalisme dan mempunyai manajemen yang bagus, hal ini untuk menunjukkan contoh kebaikan islam sehingga islam terkesan profesional. Ustadz Koko Liem yang akrab dengan berbagai perkembangan teknologi ini, berpendapat bahwa berdakwah tidak mesti di atas mimbar, dipanggung atau diundang ke suatu pengajian. Segala tempat dan cara di bumi ini bisa dijadikan media dakwah untuk menyebarkan Islam dan memperdalam keislaman jamaah. Hal ini terbukti, Koko Liem menggunakan dakwahnya lewat pesan-pesan bijak langsung lewat Handphone, seperti ketik REG (SPASI) LIEM kirim ke 3477, yang bernama SMS Lampion Hati Seputar Tips Keluarga Sakinah, Panduan untuk Muallaf dan Tips Mencari Pasangan Secara Islami dan juga Ring Back Tone ( Nada Sapa I-Ring) yang berisi Tausiyah yang dibawakan olehnya. Salah satu karya dakwah yang efektif di zaman yang serba canggih di dunia telekomunikasi.

biografi kh. abdullah gymnastiar (aa gym)

A. Keluarga Dan Masa Mudanya

          Bermula dari bandung, beliau lahir pada hari senin tanggal 29 Januari 1962, beliau adalah putera tertua dari empat bersaudara pasangan letnan kolonel (letkol) H. Engkus Kuswara dan Ny. Hj. Yeti Rohayati. Saudara kandung lainnya adalah: Abdurrahman Yuri, Agung Gunmartin, dan Fathimah Genstreed. Aa Gym lahir dari keluarga yang dikenal religius dan disiplin, meskipun religius tetapi pendidikan agama yang ditanamkan oleh orang tuanya sebenarnya sama dengan keluarga lain pada umumnya, akan tetapi disiplin ketat namun demokratis telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pola hidupnya sejak kecil, karena ayahnya adalah seorang perwira angkatan darat. Sebgai putera seorang tentara, dia bahkan pernah diamanahkan menjadi komandan resimen mahasiswa (menwa) Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani, Bandung. “Disini kepanduan namanya, disiplin tidak selalu berbentuk militerisasi, kami disini menegakkan disiplin tanpa kekerasan dan kekasaran, tidak ada kekuatan tanpa disipin” ujar Aa seperti dikutip harian Kompas (22/06/2000). Dan ternyata kekuatan yang semacam inilah yang justru membuat dirinya dan dua orang adiknya memiliki rasa percaya diri, mampu hidup prihatin, pantang menyerah, da kental dengan rasa kesetiakawanan.

          Dimata Aa Gym sosok sang adik (Agung Gunmartin) ternyata sangat berpengaruh. “Saya dapat pelajaran membuka mata hati saya dari adik laki-laki saya yang lumpuh seluruh tubuhnya dalam menghadapi maut” seperti yang dikutip harian Republika (07/05/2000). Dia tidak bisa melupakan saat-saat bersama adiknya yang mengalami kelumpuhan total. “Kalau kuliah saya menggendongnya” ungkapnya mengenang. Pernah suatu ketika Aa Gym menanyakan kepada sang adik “mengapa sudah tidak berdaya masih terus kuliah?” adiknya menjawab “kalau orang lain ibadahnya dengan berjuang, mudah-mudahan keinginan saya untuk terus kuliah bernilai ibadah”. Pelajaran lain yang diperoleh dari sang adik adalah dia tidak pernah mengeluh. Aa Gym masih ingat sewaktu adiknya berkata “Kalau orang lain punya bekal untuk pulang dengan berbuat sesuatu, saya ingin mengumpulkan bekal pulang dengan bersabar”. Aa Gym mengaku bahwa guru pertamanya adalah adiknya sendiri yang biasa dipanggil A Agung. “Saya bersyukur memperoleh guru yang sosoknya seperti adik saya, guru saya adalah seorang yang lemah fisiknya. Saya diajari bahwa saya haru menghargai dan memperhatikan orang-orang yang lemah disekeliling saya”. Adik Aa Gym yang meninggal dipangkuannya inilah yang membuat perubahan-perubahan yang sangat berarti dalam diri Aa Gym selanjutnya.

          Pada masa mudanya, selain menuntut ilmu dan aktif berorganisasi, Aa Gym juga memiliki kegemaran berdagang. Dialah yang memelopori pembuatan stiker-stiker barsablon yang menunjukkan kekuatan dan keindahan Islam, dia juga pernah berjualan minyak wangi. Seraya tertawa dia bercerita, pernah seharian suntuk ia membersihkan botol-botol minyak gosok PPO untuk diisi minyak wangi hasil racikannya. Seluruh hasil kerja Aa Gym akhirnya membuahkan hasil, dia kemudian dapat membeli 1 unit mobil angkutan kota (angkot) dan kadang-kadang dia yang menjadi supirnya. Jika ada acara wisuda, dia menjual baterai dan film, selain itu juga kadang-kadang dia mengamen dari satu rumah makan ke rumah makan lainnya. “Sebenarnya tujuan saya mengamen ini bukan untuk mencari uang, melainkan ingin berlatih dalam berhadapan dengan orang lain, tapi ya lumayan juga dapat uang” ujarnya.

 B. Hubungan Antar Saudara

          Ayah dan ibu sayalah yang mendidik saya untuk mengenal kedisplinan. Saya juga merasakan bahwa saya senantiasa dilatih untuk memegang kesetiaan. Bila saya dan adik-adik saya berkelahi, yang dihukum bukan satu orang tetapi semuanya. Mengapa? Ini lantaran anak laki-lakinya berjumlah tiga orang dan satu lagi seorang wanita. Keadaan seperti itu sangat membekas di hati saya sehingga saya bersama saudara-saudara kandung saya sulit sekali berpisah. Saya mengalami kesulitan untuk jauh dari adik-adik saya. Maksud saya, jauh tidak secara fisik namun secara batin. Misalnya secara batiniah, saya tidak rela adik-adik saya tidak memiliki rumah ataupun kendaraan. Saya dan adik-adik ada keterikatan batin yang sangat tinggi.

           Namun demikian, saya dan adik-adik saya sangat menjaga harga diri masing-masing. Adik-adik saya tidak ada yang berani meminta sesuatu kepada saya. Ini lantaran, ya itu tadi, harga diri menjadi hal yang sangat ditekankan dalam menjalani hidup. Inilah etika keluarga yang senantiasa kami junjung tinggi. Masing-masing dari kami sangat menghormati hubungan kami yang dilandasi tidak saling meminta.Keadaan seperti ini sungguh membekas didalam diri saya. Dan apa yang saya alami di dalam keluarga saya ini saya terapkan di lingkungan pesantren saya. Misalnya saja, suatu ketika anak saya terlambat mendaftar untuk mengikuti pesantren kilat di DT. Saya pun tidak ingin memanfaatkan posisi saya agar anak saya diprioritaskan. Meskipun anak saya menangis, saya tetap tidak mau meminta anak saya diizinkan untuk diterima.

 C. Aa Gym Sebagai Kepala Keluarga

          Abdullah Gymnastiar memang lebih populer dipanggil Aa Gym, karena sebagian besar jama’ahnya adalah para pemuda, Aa dalam bahasa sunda berarti kakak. Dari pernikahannya dengan Ninih Muthmainnah Muhsin (cucu dari KH. Moh Tasdiqin –pengasuh pondok pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan-) Allah mengaruniakan enam orang anak yakni; Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari, Ghina Raudhatul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fathimah dan Ghaza Muhammad Al-Ghazali. Anak-anaknya tersebut dididik dengan penuh disiplin dan religius, tetapi tetap dalam suasana demokratis.

          Dalam lingkungan keluarganya, Aa Gym tampaknya berusaha menciptakan suasana yang enak dan egaliter agar istri dan anak-anaknya dapat mengoreksi dirinya secara terbuka dan ikhlas. Seperti yang dituturkan oleh Aa Gym sendiri bahwa seminggu sekali biasanya dia mengumpulkan seluruh anggota keluarganya dan meminta mereka supaya menilai dirinya.

          Rupanya bagi Aa Gym sendiri, kebiasaan positif semacam ini harus dipupuk agar dapat membuat dirinya tidak anti kritik. “Saya mencoba membuat diri saya terbuka dan dapat disoroti dari sudut manapun, dan saya juga membutuhkan kritik untuk memperbaiki diri saya” ungkapnya dalam salah satu wawancara.

          Aa Gym kemudian berusaha melebarkan proses penilaian diri kepada kalangan santri, orang-orang yang ada di sekelilingnya dan para tetangga yang sehari-hari amat dekat dengannya. Mereka diminta agar terus-menerus mengoreksi dirinya agar supaya tetap berada di jalur yang benar dengan cara apapun. Aa Gym yakin bahwa semakin dirinya dapat dibuat terbuka dan dapat menerima kritikan orang lain tanpa kedongkolan atau kejengkelan, maka kemampuan dirinya akan semakin membaik dari hari ke hari. Inilah barangkali akar-akar kultural yang memberikan pengaruh fundamental yang cukup signifikan dalam diri Aa Gym, sehingga ia bisa tampil menjadi sosok Kiai masa depan ummat yang bersifat terbuka dan moderat seperti sekarang ini.

 D. Pendidikan Aa Gym

          Latar belakang pendidikan formal Aa Gym, apalagi bila dikaitkan dengan posisi dirinya sekarang ini tampak cukup unik. Diawali dari SD (Sekolah Dasar) Sukarasa III Bandung, SMP (Sekolah Menengah Pertama) 12 Bandung, SMA (Sekolah Menegah Atas) 5 Bandung, kemudian dilanjutkan dengan kuliah selama satu tahun di Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Unpad, terakhir di Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (kini Universitas Ahmad Yani -Unjani-) hingga sarjana muda, waktu itu Aa Gym meraih gelar Bachelor of Electrical Engineering. Sebenarnya Aa Gym ingin meneruskan kuliahnya hingga S1, namun waktu itu ia sudah jarang kuliah dan dia tidak enak karena tidak mengikuti prosedur yang semestinya.

          Dari prestasi akademik beliau juga masuk peringkat yng lumayan, misalnya waktu SD ia menjadi siswa berprestasi kedua dengan selisih hanya satu angka dari sang juara. Dan sewaktu kuliah pun nilai-nilai akademik Aa Gym tetap terjaga dengan baik sehingga beliau sempat terpilih untuk mewakili kampusnya dalam pemilihan mahasiswa teladan. Dengan kata lain, banyak prestasi yang diperoleh pada waktu remaja dan beranjak sebagai pemuda. Di rumah Aa Gym berjejer rapi piala dan penghargaan lain akibat prestasi Aa Gym tersebut.

          Pada tahun 1990, Aa Gym telah diberi amanah oleh jama’ahnya untuk menjadi ketua Yayasan Darut Tauhid, Bandung. Dari sini terlihat bahwa secara formal Aa Gym sebenarnya tidak dibesarkan atau dididik di lingkungan pesantren yang ketat ( terutama pesantren dalam pengertian tradisional). Dalam kaitan ini Aa Gym mengakui ada hal-hal yag tidak biasa dalam perjalanan hidupnya. “Secara syari’at memang sulit diukur bagaimana saya bisa menjadi Aa yang seperti sekarang ini” ujarnya. “Akan tetapi, lanjutnya, saya merasakan sendiri bagaimana Allah seolah-olah telah mempersiapkan diri saya untuk menjadi pejuang di jalan-Nya”. Dengan hati-hati dan tawadhu ia menuturkan pencarian jati dirinya yang diwarnai beberapa peristiwa aneh yang mungkin hanya bisa disimak lewat pendekatan imani.

 E. Belajar kepada Adik

          Di rumah saya itu pulalah saya kemudian menjumpai adik saya yang nomer tida yang keadaan fisiknya lemah sekali. Dimasa kecilnya, adik saya itu diambil sumsum tulang belakangnya lantaran sakit. Kalau tak salah, sakit step. Jadi, adik saya itu katanya mengalami pengeringan sumsum. Perlahan sekali mata adik saya menjadi juling. Separuh tubuhnya kaku. Jalannya pun tidak normal, yaitu dengan menggeserkan tubuhnya.

          Disinilah saya seperti menjumpai sebuah kehidupan yang lain daripada yang lain. Dibalik segala kelemahannya sebagai manusia saya melihat adik saya itu sebagai orang hebat. Diantara kita sekeluarga, adik saya itu paling shaleh. Pemahaman agamanya, menurut saya terbaik diantara kami sekeluarga. Dan yang paling mengherankan saya, dia itu bicaranya bagus. Pokoknya berbobotlah.

          Saya ini pernah menyabet juara pidato di kampus. Saya juga dikenal sebagai pembicara yang mampu mempengaruhi orang lain. Namun, bila dibandingkan dengan adik saya, saya kalah jauh. Kata-kata yang diucapkan adik saya ini lebih bersih ketimbang kata-kata saya. Saya merasakan sekali adik saya ini memiliki daya gugah. Saya heran sekali tentang ini.

          Pokoknya, kalau dia ngomong saya merasa kalah. Saya terus merenungkan tentang hal ini. Suatu ketika, dia memberikan nasihat yang sangat mengesankan saya. Kalau tak salah, dia berkata begini,”Aa itu tidak akan pernah bahagia, kecuali Aa mengenal dan mencintai Allah. Dan Aa tidak akan pernah mencapai kemuliaan yang hakiki, kecuali Aa mengenal dan meniru Rasulullah”.

          Sayalah yang kemudian mengantar adik saya yang malah terus rajin kuliah di jurusan Ekonomi Unpad. Saya senantiasa menggendongnya untuk menuju ruang kuliahnya. Saya kemudian tidur satu kamar dengan adik saya ini. Dia tak kenal menyerah,padahal keadaannya terus melemah. Duduk pun sudah tidak bisa. Tangannya pun lama-kelamaan sudah susah bergerak. namun, semua itu tidak menghalanginya untuk tidak tersenyum. Dia senantiasa menampakkan wajah yang ceria.

          Jadi, dengan keadaan adik saya seperti itu saya bisa belajar banyak. Saya waktu itu dipuji sana-sini. Saya merasakan sekali bahwa adik saya tiu jauh lebih besar daripada saya. Apa yang sudah saya capai tampak kecil dibandingkan dengan kehidupan adik saya.

          Shalat tajahud pun tidak pernah dilepasnya. Sayalah yang senantiasa menggendongnya bila kami berdua akan ke mesjid. Meskipun untuk bernapas sudah susah sekali, dia tetap mendisplinkan diri untuk ke mesjid. Sampai akhirnya dia meninggal di pangkuan saya.

          Dialah guru saya yang pertama. Guru pertama saya ini adalah seorang yang cacat, yang lumpuh, yang matanya juling, yang telinganya hampir tuli, yang tidak bergerak. Lalu bagaimana mungkin saya meremehkan orang lain, bila guru saya sendiri lebih muda daripada saya dan seorang yang tidak berdaya? Ini merupakan pelajaran yang teramat berharga dari Allah SWT.

          Dari pengalaman berinteraksi dengan adik saya, yang merupakan guru pertama saya, inilah saya kemudian mencari guru-guru yang lain. Jadi kalau masyarakat mau tahu bagaimana Allah membimbing saya, ya Dia berika kepada saya guru yang jauh lebih muda dari saya, orang yang lemah tak berdaya, orang yang cacat, lumpuh. Dan sekarang, kalau saya didengar oleh begitu banyak orang, saya berharap pahalanya diberikan kepada guru pertama saya itu.

 F. Peristiwa Yang Merubah Jalan Hidup Aa Gym

          Bermula dari sebuah pengalaman langka, nyaris sekeluarga (Ibu, Adik dan Dirinya sendiri) pada suatu ketika dalam tidur mereka secara bergiliran bertemu dengan Rasulullah SAW……Sang Ibu bermimpi mendapati Rasulullah sedang mencari-cari seseorang………Pada malam yang lain giliran salah seorang adiknya bermimpi Rasulullah mendatangi rumah mereka. Ketika itu Ayahnya langsung menyuruh Gymnastiar, “Gym, ayolah temani Rasul”. Ketika ditemui ternyata Rasul menyuruh Gymnastiar untuk menyeru orang-orang agar mendirikan shalat. Beberapa malam setelah itu, Aa memimpikan hal yang sama. dalam mimpinya, dia sempat ikut shalat berjama’ah dengan Rasulullah dan keempat sahabat (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) pada saat itu Aa Gym berdiri disamping Ali, sementara Rasulullah bertindak sebagai imam. Namun sebelum mimpi ini, terlebih dahulu ia bermimpi didatangi oleh seorang tua yang berjubah putih bersih dan kemudian mencuci mukanya dengan ekor bulu merak yang disaputi madu. Setelah itu, orang tua tersebut berkata, “Insya Allah kelak ia akan menjadi orang yang mulia”. Aa Gym mengaku sulit melupakan mimpi yang ini.

          Setelah peristiwa mimpi itu, Aa Gym merasa mengalami guncangan batin, rasa takutnya akan perbuatan dosa membuat dia berperilaku aneh dimata orang lain, misalnya sering Aa Gym menangis ketika ada orang yang menyebut nama Allah, atau hatinya jengkel bila pagi tiba karena sedang asyik bertahajjud. Melihat tingkah lakunya ini, orang tuanya bahkan sempat menyarankan dirinya agar mengunjungi psikiater. Salah satu pengalaman menarik yang diungkapkannya belakangan ini berkaitan dengan masa-masa menjalani pengalaman spiritual dulu adalah tentang kata “Allah” yang senantiasa tidak pernah lepas dari bibirnya. Kata Aa Gym pula, sang istri dulu tertarik pada dirinya lantaran dia sering mengucapkan “Bismillah” dan “Alhamdulillah”. Dengan kata lain, pada masa-masa itu Aa Gym telah mengalami mabuk kepayang kepada Allah SWT.

          Menurut Aa Gym setelah melalui proses pencarian itu, dia bertemu dengan empat orang ulama yang sangat memahami keadaannya. Seorang ulma sepuh yang pertama kali ditemuinya itu mengatakan bahwa dia telah dikaruniai tanazzul oleh Allah, yakni proses secara langsung dibukakan hatinya untuk mengenal-Nya tanpa proses riyadhoh. Sementara KH. Khoer Affandi, seorang ulama tasawwuf terkenal dan juga pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, yang ditemuinya berdasarkan saran ulama sepuh yang pertama kali ditemuinya tersebut mengatakan bahwa dirinya telah dikaruniai ma’rifatullah. Dua ulama lain juga mengatakan hal yang serupa dengan ulama tasawwuf diatas, keduanya adalah Ayah dan Kakek seorang wanita yang kini menjadi pendamping hidupnya. Keempat ulama ini bagi Aa Gym, jasanya jelas tidak dapat dilupakan karena telah memberi les kepadanya tanpa harus nyantri bertahun-tahun lamanya.

          “Mungkin berkat ilmu tersebut, lidah dan pikiran saya dimudahkan oleh-Nya untuk menjelaskan sesuatu kepada masyarakat” ujarnya. Memang diakui oleh Aa Gym sendiri, hampir setiap hari dia dapat mengajar sekaligus belajar kepada banyak orang. Dia lebih sering menimba ilmu dari lingkungan sekitarnya, terutama kepada orang-orang yang dijumpainya. Dengan cara seperti itulah materi-materi yang disampaikan oleh Aa Gym bisa sesuai dengan kehidupan dan perkembangan masyarakat pada saat itu.

 G. Karya-karya Aa Gym

          Diantara tulisan lepas beliau adalah : Getaran Allah di Padang Arafah, Indahnya Hidup Bersama Rasulullah, Nilai hakiki Do’a, Seni Menata Hati Dalam Bergaul, Membangun Kredibilitas : Kiat Praktis, Menjadi Orang Terpercaya, Seni Mengkritik dan Menerima Kritik, Mengatasi Minder, Ma’rifatullah, Lima Kiat Praktis Menghadapi Persoalan Hidup, Bersikap Ramah Itu Indah dan Mulia, Menuju Keluarga Sakinah, dll.

 Referensi:
 - Dikutip dari buku: ‘Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid’ penerbit Mizan hal 245-252
 - Aziz’s blog

Biografi Yusuf Mansur

Ustadz Yusuf Mansur dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan pengajian Wisata Hati. Ustadz kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melalui perjalanan berliku sampai menjadi ustadz terkenal seperti sekarang. Mari kita simak biografi dan kisah hidup Yusuf Mansur dari masa susah beliau.

Biografi Yusuf Mansur dari Biografi Web 

Ustad Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.

 Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.


Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.

Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.

Ustad Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.

Karier Ustad Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.



Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.

Ustad Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.

Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.


 Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.

Ustad Yusuf menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.

 Facebook Fan Page :

 http://www.facebook.com/pages/Tanggerang/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?v=wall

 Referensi:

 http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/y/yusuf_Mansur/
 http://www.wisatahati.com/